RATU PERI DAN BUNGA MERONDA

RATU PERI DAN BUNGA MERONDA

KARYA : FATIMAH NUR MUJAHIDAH

 

Di negeri Flower Land   ada ratu peri   dan bunga meronda . Bunga meronda ajaib, mereka bisa bergerak dan mempunyai kekuatan super. Mereka bahagia.

Tapi ada nenek sihir. Dia mengutuk “di negeri Flower Land tidak akan ada hujan”. Akibat kutukan itu, negeri flower land pun jadi kering . Bunga meronda pingsan. Lalu ratu peri memberikan air yang ada di kerajaan. Bunga meronda kembali sadar dari pingsannya.

Tiba-tiba ada suara ajaib, “Cara mengalahkan nenek sihir harus melawan anak buah nenek sihir. Tiga orang. Nanti akan mendapat keripik emas.”

Lalu ratu peri dan bunga meronda ke pantai . Tiba-tiba bunga meronda terpeleset dan menemukan peta ke Negara lain  . Lalu ratu peri dan bunga meronda pergi. Tapi. Serigala anak buah nenek  sihir mendengar pembicaraan ratu peri dan bunga meronda. Lalu serigala pergi ke istana nenek sihir untuk melaporkannya.

Ratu peri dan bunga meronda ke Australia   untuk mengalahkan nenek sihir. Sayap ratu peri kelelahan. Ratu peri dan bunga meronda terjatuh. Elang anak buah nenek sihir melihat ratu peri dan bunga meronda jatuh. Lalu dia pergi ke istana nenek sihir untuk melaporkan kejadian itu.

Ratu peri dan bunga meronda terbangun dari jatuhnya. Ratu peri menyewa kapal  karena sayapnya harus istirahat selama tiga hari. Lalu mereka bertemu dengan anak buah nenek sihir. Kangguru . Lalu ratu peri dan bunga meronda menang melawan kangguru. Dan mereka mendapat keripik emas pertama.

Elang yang melihat ratu peri dan bunga meronda yang sudah mengalahkan kangguru melaporkan kepada nenek sihir. Nenek sihir pun marah besar.

Ratu peri dan bunga meronda berhasil menyewa kapal. Mereka sampai di daratan Amerika . Saat di daratan Amerika mereka bertemu dengan anjing laut anak buah nenek sihir. Lalu mereka melawan anjing laut . Ratu peri dan bunga meronda menang melawan anjing laut dan mendapat keripik emas kedua. Rubah , anak buah nenek sihir melihat mereka mengalahkan anjing laut dan melaporkannya kepada nenek sihir.

Lalu mereka pergi ke Green Land . Saat sampai di Green Land sangat dingin. Ratu peri dan bunga meronda memakan pil hangat. Mereka masuk ke daratan Green Land. Lalu mereka melihat beruang kutub , anak buah nenek sihir. Ratu peri dan bunga meronda menantang beruang kutub. Mereka menang melawan beruang kutub dan dapat keripik emas ketiga. Lalu mereka pulang ke negeri Flower Land.

Di istana nenek sihir, nenek sihir sedang melihat Bola Kristal  , nenek sihir melihat semuanya dan marah seperti gunung berapi. Lalu nenek sihir punya akal. Saat sampai di negeri Flower Land, ternyata di negeri Flower Land dipasang jebakan. Lalu ada angin topan. Pohon-pohon jatuh seperti tembok yang tidak bisa dihalangi.

Ratu peri mengangkat pohon-pohon itu. Dibantu oleh bunga meronda. Mereka berhasil mengangkat pohon-pohon. Saat sampai, nenek sihir mengurung para warga yang tinggal di negeri Flower Land. Ratu peri melawan nenek sihir dengan kekuatan keripik emas. Ketiga keripik emas itu saat disatukan berubah jadi tongkat halilintar. Mereka berhasil melawan nenek sihir. Akhirnya negeri Flower Land turun hujan . Lalu mereka hidup bahagia selamanya dan tidak diganggu nenek sihir.

 

***TAMAT***

Komentar bertahan »

Hati-Hati Penipuan lewat Telepon Berkedok “Salah Satu Keluarga Anda Terjatuh dan Dibawa ke RS”

Jumat kemarin (10 Februari 2012), keluargaku mengalami kejadian heboh. Siang hari sekitar jam 10.30 WIB, ketika aku sedang berbincang dengan rekan kerjaku,tiba-tiba aku mendapat telepon dari ibuku yang memberitahukan bahwa anakku yang kedua jatuh di sekolah kakaknya dan dibawa ke RS. Kaget, jelas. Siapa sih yang tidak shoc kalau dengar anaknya mengalami sesuatu apalagi sampai di bawa ke rs.

Tapi untungnya Alloh memberikan ketenangan padaku. Dalam benakku, muncul tanda tanya kenapa bukan aku yang ditelepon si pembawa berita, kenapa malah si pembawa berita itu menelepon ibuku. Kalau gurunya yang membawakan berita tersebut, pasti dia menelepon aku, karena biasanya kalau ada apa-apa pasti kontaknya ke aku. Dan juga dua minggu sebelumnya, pernah ada kejadian yang sama yang menimpa orangtua murid di sekolah anakku yang ternyata hanya penipuan. Dan dalam hatiku aku yakin bahwa berita yang sampai ke ibuku adalah penipuan. Itulah yang membuatku tenang dan tidak terlalu khawatir.

 Aku langsung memberitahu ibuku bahwa aku akan mengecek ke wali kelasnya anakku. Lalu aku menelepon wali kelas anakku dan dia mengatakan bahwa anakku sudah dijemput oleh ayah dan adiknya. Itu makin membuatku tenang. Untuk lebih yakin lagi, aku pergi ke sekolah anakku. Sesampainya di sekolah aku dikasih tahu wali kelasnya bahwa anakku sudah dijemput ayah dan adiknya. Aku pun memberitahu kakaku yang kebetulan ada bersama ibuku, bahwa berita yang sampai ke rumah adalah penipuan.

Lalu aku memberitahu wali kelas anakku itu tentang kejadian yang baru saja terjadi. Tujuannya supaya sekolah tahu hal itu dan memberitahukan orang tua murid yang lain sehingga mereka waspada dan tidak tertipu oleh penipuan berkedok seperti itu.

Dari sekolah, aku langsung kembali ke kantor. Ternyata, rekan kerjakuku juga ketika aku mengecek ke sekolah, dia juga mendapat telepon penipuan seperti itu. Untung di kantor banyak orang sehingga dia tidak tertipu. Ketika aku pulang ke rumah, aku mendapatkan berita tentang situasi yang terjadi ketika keluargaku yang di rumah menerima telepon penipuan tersebut.

Katanya yang meneleponnya itu banyakan, dioper-oper. Sepertinya, penipuan tersebut dilakukan oleh sekelompok orang, bukan sendirian. Karena ada yang berperan sebagai gurunya, dokternya, dan pegawai apotek tempat si korban penipuan  harus menebus peralatan medis yang katanya dibutuhkan seharga 7,5 juta rupiah. Dan si korban enar-benar dibuat panic sehingga kalau dia sendirian tidak akan bisa berpikir jernih dan akhirnya akan mengikuti si penelepon untuk mentransfer uangnya ke rekening si penelepon.

Untunglah waktu itu ada kakakku, sehingga yang menerima telepon adalah kakakku bukan ibuku. Kalau yang menerima telepon tersebut adalah ibuku dan saat itu dia sedang sendirian, entah apa yang terjadi terhadapnya, apalagi dia menderita sakit jantung. Ketika banyakan aja, semua yang ada di rumah apalagi ibuku panic, shok dan menangis sedih menerima kabar penipuan tersebut. Dan hampir saja tertipu jika si penelepon tidak membicarakan tentang transfer uang dan mendengar bahwa aku akan mengecek ke gurunya dulu.

Maka berhati-hatilah jika ada yang menelepon anda dan mengatakan bahwa anak anda yang sedang sekolah jatuh dan dibawa ke rumah sakit. Jika menerima kabar seperti itu, yang pertama adalah HARUS TENANG, sehingga bisa berpikir jernih. Cek ke guru / wali kelas / sekolah anak anda tersebut apakah berita itu benar atau tidak. Makanya anda harus punya no telepon guru, wali kelas, sekolah anak anda.

Waspadalah………Waspadalah……….!

Komentar bertahan »

Mengatasi Emosi Anak Autis

Anak saya termasuk abk, autis ringan. Dia sudah sekolah kelas 2 SD di SD Inklusi. Masalah akademik, alhamdulillah bisa mengikuti. Namun, yang jadi masalah sampai sekarang adalah emosinya. Saya masih bingung, harus bagaimana menerapi emosi anak saya ini. Lalu, saya mulai search di internet tentang gimana mengatasi emosi anak autis. Dan dari situs “Puterakembara.org”, saya mendapatkan trik mengenai hal ini. Di bawah ini adalah kutipan dari situs puterakembara tersebut :

1. Pada saat anak marah, jangan beri komentar apapun. Pasang tampang “adiguna sutowo” (he..he..), maksudnya = lempeng aja. Tidak menunjukkan emosi apapun. Kayak kalo lagi main poker, atau main kartu dan ga’ boleh ada yang tahu kita pegang kartu apapun gitu..

2. Bila mungkin, sediakan ruangan yang ‘aman’ bagi anak untuk melampiaskan amarahnya. Di sekolah, kami ada ruangan di sebelah dapur (originally = gudang) yang terang, tidak ada perabotan apapun selain kursi beanbag (kursi dari kulit yang isinya busa). Di rumah sih, saya ga’ punya ruangan khusus, tapi saya pakai ruang tidur anak saya aja.

3. Bila anak didiamkan sekitar 5-10 menit makin meraung-raung, memukuli kepala, atau malahan berusaha menyerang, biasanya kami arahkan untuk “pergi ke ruang tenang”. Kalau di textbook namanya ‘safe area’ atau ‘safe room’. Atau kalau di rumah, saya perintahkan anak saya begini “Ikhsan mau marah? Pergi ke kamar. Kalau sudah selesai marah, baru boleh keluar”.

4. Nha, marah-marah lah mereka disitu sendirian. Bener-bener sendirian dan ga’ ada bujukan / amarah / rayuan/ atau whatever lah. Pokoknya ga’ dapat kepuasan sama sekali.

5. Kalau sudah reda, baru kita datangi dan kami tanya “sudah marahnya? Ayo keluar”. Dan di luar ruangan baru kita tanya ‘ada apa’, ‘marah sama siapa’ dsb. Gaya kita bertanya benar-benar lemah lembut seolah “badai katrina” yang tadi itu tidak pernah terjadi. Susah sekali lho.soalnya kita ‘kan manusia biasa yang bisa anytime terbawa emosi…

Saya akan mencoba car di atas, mudah-mudahan berhasil.

Komentar bertahan »

SD Negeri Inklusi, SDN Puteraco Indah Bag. 2

Tidak terasa, anak saya sekarang sudah berada di kelas 2 SDN Puteraco Indah. Perkembangannya alhamdulillah bagus. Akademiknya juga alhamdulillah memuaskan.

Kepala Sekolah SDN Puteraco Indah yang lama yaitu Bapak Gunawan sekarang sudah pensiun. Dan sudah ada gantinya ibu kepala sekolah yang baru yaitu Ibu Eti Suzane. Semoga di bawah kepemimpinannya dapat meneruskan kemajuan SDN Puteraco Indah yang telah dirintis oleh Bapak Gunawan. Hal itu terutama demi bagusnya perkembangan anak anak berkebutuhan khusus yang kebanyakan tidak diterima  oleh SDN yang bukan inklusi.

Dan semoga pemerintah makin memperhatikan kebutuhan pendidikan dari anak-anak berkebutuhan khusus ini sehingga makin banyak SDN-SDN inklusi lainnnya seperti SDN Puteraco Indah ini. Dan semoga pemerintah juga memperhatikan perlunya guru-guru pendamping di SDN inklusi.

Komentar (1) »

Qurban di SD Inklusi

Hari senin kemarin, tanggal 7 November 2011, para murid di SD Puteraco Indah menyaksikan penyembelihan hewan qurban yang diadakan di sekolah ini, termasuk para murid ABK di sekolah ini. Kegiatan ini bisa menjadi pembelajaran bagi anak-anak ABK khususnya tentang ibadah qurban ini. Mereka yang biasanya kelihatan seperti ‘tidak ngeh’ (cuek) dengan apa yang terjadi di sekitarnya, saat itu mereka terlihat antusias melihat sapi yang diikat lalu disembelih.

Komentar bertahan »

Pengalaman Surat Menyurat Anak

Entah karena  lihat dari televisi tentang surat atau lihat film tentang itu, anakku tang besar, yang sekarang duduk di kelas 1 SD terinsfirasi untuk menulis surat kepada saudaranya di luar kota. Awalnya saya kasih tahu dia untuk menulis surat dengan cara emai atau sms. tapi di ‘kekeh’ ingin menulkis surat dan mengantarkannya ke kantor pos. Saya akhirnya membiarkannya, hitung-hitung melancarkan menulis dan biar ada pengalaman bagi dirinya. Kata-katanya dia yang bikin, dan dia menuliskannya sendiri. Pas sudah selesai, saya baca, lalu saya koreksi kalau ejaannya masih ada yang salah.

Lihat kakaknya menulis surat, adiknya yang masih berusia 5 tahun, ikut-ikutan ingin menulis surat kepada saudaranya itu. Karena dia belum bisa menulis dan membaca, saya memberinya ide untuk menulis suratnya dengan menggambar sesuatu.

Setelah surat keduanya dimasukan ke amplop dan saya tuliskan alamat saudaranya, mereka lalu saya ajak ke kantor pos, dan menempelkan perangkonya. Mereka sangat antusias dan gembira. Pengalaman baru bagi mereka. Mereka banyak bertanya tentang apa perangko dan bagaimana suratnya bisa sampai di saudaranya.

Mereka lalu menunggu-nunggu balasan dari saudaranya itu. Ketika tidak ada balasan dari saudaranya, mereka kecewa. Tapi setelah diberi penjelasan bahwa suratnya itu sampai ke saudaranya itumembutuhkan waktu beberapa hari, mereka tidak bertanya-tanya lagi. Walaupun mungkin masih belum puas tentang itu.

Hari berganti hari, mereka akhirnya lupa tentang surat itu. Namun, kemarin, ketika mereka mendapatkan surat balasa dari saudaranya. Mereka sangat senang, sampai sampai keceriaan, kepuasan dan kesenangan yang terpancar dari wajah mereka menular ke dalam hati saya. Saking senangnya, adiknya yang kecil berkata, “Ini surat terbaik sedunia”, dan dia mencium surat itu seperti seorang yang lagi kasmaran menerima surat dari kekasihnya. Lucu he he he.

Mereka pun lalu sibuk membuat surat balasan untuk saudaranya itu. Mudah-mudahan pengalamannya itu berarti bagi mereka.

Komentar bertahan »

SD Negeri Inklusi, SD Puteraco Indah

Tahun ini, anak saya seharusnya masuk SD. Karena itu saya mulai mencari-cari informasi tentang sekolah yang bisa menerima anak ABK. Ada beberapa SD yang bisa menerima ABK, tapi sayang biayanya mahal sekali untuk ukuran saya. Bisa tapi seperti memaksakan diri. Lalu cari-cari di internet dan mendapatkan informasi dari situs PLB bahwa ada SDN inklusi yang kebetulan lokasinya dekat dengan rumah saya, namanya SDN Puteraco Indah.
Baca entri selengkapnya »

Komentar (11) »

Anakku seperti Tom and Jerry

Mungkin karena jenis kelaminnya sama dan usianya yang hanya berbeda sedikit, 2,5 tahun, membuat mereka hampir tiap saat bertengkar. Seperti Tom and Jerry. Ada aja yang diperebutkan. Kalau tidak begitu, biasanya yang kecil ‘ngeleg’ (mengganggu) kakaknya. Kalau ngga adiknya yang akhirnya nangis, pasti kakaknya yang nangis. Kenapa mereka begitu?

Baca entri selengkapnya »

Komentar (1) »

Mengembangkan Sensori Motor pada Anak Berkebutuhan Khusus

Pada anak berkebutuhan khusus seperti : learning disabilities, autism, PDD, ADD/ADHD, gangguan emosi, biasanya akan terlihat adanya gangguan fungsi motorik.

Baca entri selengkapnya »

Komentar (1) »

Film tentang Disleksia bag 2

taare-zameen-par-2Pada malam Sabtu kemarin, ada film bagus di TPI. Film India yang berjudul “Taree Zameen Par”. Film ini mengisahkan tentang seorang anak disleksia.

Baca entri selengkapnya »

Komentar (10) »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.