SD Negeri Inklusi, SDN Puteraco Indah Bag. 2

Tidak terasa, anak saya sekarang sudah berada di kelas 2 SDN Puteraco Indah. Perkembangannya alhamdulillah bagus. Akademiknya juga alhamdulillah memuaskan.

Kepala Sekolah SDN Puteraco Indah yang lama yaitu Bapak Gunawan sekarang sudah pensiun. Dan sudah ada gantinya ibu kepala sekolah yang baru yaitu Ibu Eti Suzane. Semoga di bawah kepemimpinannya dapat meneruskan kemajuan SDN Puteraco Indah yang telah dirintis oleh Bapak Gunawan. Hal itu terutama demi bagusnya perkembangan anak anak berkebutuhan khusus yang kebanyakan tidak diterima  oleh SDN yang bukan inklusi.

Dan semoga pemerintah makin memperhatikan kebutuhan pendidikan dari anak-anak berkebutuhan khusus ini sehingga makin banyak SDN-SDN inklusi lainnnya seperti SDN Puteraco Indah ini. Dan semoga pemerintah juga memperhatikan perlunya guru-guru pendamping di SDN inklusi.

Komentar bertahan »

Qurban di SD Inklusi

Hari senin kemarin, tanggal 7 November 2011, para murid di SD Puteraco Indah menyaksikan penyembelihan hewan qurban yang diadakan di sekolah ini, termasuk para murid ABK di sekolah ini. Kegiatan ini bisa menjadi pembelajaran bagi anak-anak ABK khususnya tentang ibadah qurban ini. Mereka yang biasanya kelihatan seperti ‘tidak ngeh’ (cuek) dengan apa yang terjadi di sekitarnya, saat itu mereka terlihat antusias melihat sapi yang diikat lalu disembelih.

Komentar bertahan »

Pengalaman Surat Menyurat Anak

Entah karena  lihat dari televisi tentang surat atau lihat film tentang itu, anakku tang besar, yang sekarang duduk di kelas 1 SD terinsfirasi untuk menulis surat kepada saudaranya di luar kota. Awalnya saya kasih tahu dia untuk menulis surat dengan cara emai atau sms. tapi di ‘kekeh’ ingin menulkis surat dan mengantarkannya ke kantor pos. Saya akhirnya membiarkannya, hitung-hitung melancarkan menulis dan biar ada pengalaman bagi dirinya. Kata-katanya dia yang bikin, dan dia menuliskannya sendiri. Pas sudah selesai, saya baca, lalu saya koreksi kalau ejaannya masih ada yang salah.

Lihat kakaknya menulis surat, adiknya yang masih berusia 5 tahun, ikut-ikutan ingin menulis surat kepada saudaranya itu. Karena dia belum bisa menulis dan membaca, saya memberinya ide untuk menulis suratnya dengan menggambar sesuatu.

Setelah surat keduanya dimasukan ke amplop dan saya tuliskan alamat saudaranya, mereka lalu saya ajak ke kantor pos, dan menempelkan perangkonya. Mereka sangat antusias dan gembira. Pengalaman baru bagi mereka. Mereka banyak bertanya tentang apa perangko dan bagaimana suratnya bisa sampai di saudaranya.

Mereka lalu menunggu-nunggu balasan dari saudaranya itu. Ketika tidak ada balasan dari saudaranya, mereka kecewa. Tapi setelah diberi penjelasan bahwa suratnya itu sampai ke saudaranya itumembutuhkan waktu beberapa hari, mereka tidak bertanya-tanya lagi. Walaupun mungkin masih belum puas tentang itu.

Hari berganti hari, mereka akhirnya lupa tentang surat itu. Namun, kemarin, ketika mereka mendapatkan surat balasa dari saudaranya. Mereka sangat senang, sampai sampai keceriaan, kepuasan dan kesenangan yang terpancar dari wajah mereka menular ke dalam hati saya. Saking senangnya, adiknya yang kecil berkata, “Ini surat terbaik sedunia”, dan dia mencium surat itu seperti seorang yang lagi kasmaran menerima surat dari kekasihnya. Lucu he he he.

Mereka pun lalu sibuk membuat surat balasan untuk saudaranya itu. Mudah-mudahan pengalamannya itu berarti bagi mereka.

Komentar bertahan »

SD Negeri Inklusi, SD Puteraco Indah

Tahun ini, anak saya seharusnya masuk SD. Karena itu saya mulai mencari-cari informasi tentang sekolah yang bisa menerima anak ABK. Ada beberapa SD yang bisa menerima ABK, tapi sayang biayanya mahal sekali untuk ukuran saya. Bisa tapi seperti memaksakan diri. Lalu cari-cari di internet dan mendapatkan informasi dari situs PLB bahwa ada SDN inklusi yang kebetulan lokasinya dekat dengan rumah saya, namanya SDN Puteraco Indah.
Baca entri selengkapnya »

Komentar (11) »

Anakku seperti Tom and Jerry

Mungkin karena jenis kelaminnya sama dan usianya yang hanya berbeda sedikit, 2,5 tahun, membuat mereka hampir tiap saat bertengkar. Seperti Tom and Jerry. Ada aja yang diperebutkan. Kalau tidak begitu, biasanya yang kecil ‘ngeleg’ (mengganggu) kakaknya. Kalau ngga adiknya yang akhirnya nangis, pasti kakaknya yang nangis. Kenapa mereka begitu?

Baca entri selengkapnya »

Komentar (1) »

Mengembangkan Sensori Motor pada Anak Berkebutuhan Khusus

Pada anak berkebutuhan khusus seperti : learning disabilities, autism, PDD, ADD/ADHD, gangguan emosi, biasanya akan terlihat adanya gangguan fungsi motorik.

Baca entri selengkapnya »

Komentar (1) »

Film tentang Disleksia bag 2

taare-zameen-par-2Pada malam Sabtu kemarin, ada film bagus di TPI. Film India yang berjudul “Taree Zameen Par”. Film ini mengisahkan tentang seorang anak disleksia.

Baca entri selengkapnya »

Komentar (10) »

Metoda abacaga

Mengajari Anak Membaca Bagian 2

Metoda ‘abacaga’ sebenarmya mirip dengan metoda ‘abacada’. Cuman di metoda ini pengenalan suku kata ‘ga’ lebih didulukan daripada ‘da’. Untuk anak yang kesulitan membedakan ‘ba’ dengan ‘da’, saya rasa metoda ini bagus.

Baca entri selengkapnya »

Komentar (1) »

SEKOLAH INKLUSI DI BANDUNG

NAMA DAN ALAMAT SEKOLAH JUMLAH
SISWA
1 SDN Al Mabrur 10
Jl. Patrol V Kav. 2-4, Bale Endah
Kab. Bandung
Telp. (022) 5048746
2 SDN Sukamanah I 5
Jl. Sukamanah, Kec.Paseh, Majalaya
Kab. Bandung
3 SDN Sukamanah IV 5
Jl. Cipaku No. 94 Kab. Bandung
4 SD KORPRI II 5
Jl. Adipati Kertamanah No. 59
Kab. Bandung
5 SDN Bojongbubu 01 5
Kec. Salakan jeruk, kab. Bandung
6 SD Galih Pawarti 5
Jl. Kujang No. 24, kec. Baleendah
Kab. Bandung
7 SD Al Mabrur 5
Jl. Patrol V kav. 2-4 Baleendah
Kab. Bandung
8 SDN Tarumsari 5
Kec. Bjongsoang, kab. Bandung
9 SDN Rancaloa I 5
Jl. Cipamokolan 62 Rancasari, Bandung
10 SD Mutiara Bunda 10
Jl. Arcamanik Endah No. 3 Bandung
11 SD Hikmah teladan 5
Kec. Cimahi Selatan, Kota Cimahi
12 SDN Inpres Kaum 5
Kec. Cimahi tengah, Kota Cimahi

Komentar (21) »

Mengajari Anak Membaca

Setelah anak saya bisa mengenal huruf, baik itu kapital atau kecil. Saya mulai mengajari anak saya belajar membaca. Saya belikan kartu untuk belajar membaca (ba bi bu be bo). Saat saya ajari di dengan kartu tersebut (metoda ba bi bu be bo), dia terlihat menolak. Dia tidak bisa menerima untuk langsung membaca ba bi bu be bo. Yang dia pahami saat itu, kartu yang saya tunjukan bertuliskan ‘b’ ,’a', ‘b’, ‘i’, dst. Walaupun saya paksakan dia malah berontak dan tidak ingin meneruskan untuk belajar membacanya.

Baca entri selengkapnya »

Komentar (2) »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.