Archive for Anak Berkebutuhan Khusus

KEGIATAN SOSIAL DI SD INKLUSI

Ada berita menarik yang kudapat dari salah seorang guru di SDN Puteraco Indah. Kalau tidak salah, Hari Kamis minggu yang lalu, para guru dari SD ini pergi ke daerah bencana longsor di Cililin untuk mengirimkan sumbangan dari para guru, orang tua murid termasuk murid-murid yang sekolah di SD ini. Ternyata dibanding sekolah lain yang jumlah muridnya jauh lebih banyak dari SDN Puteraco Indah, SDN Puteraco Indah berhasil menyumbangkan jumlah uang yang jauh lebih besar dari SD-SD tersebut. Kata guru itu, SDN Puteraco Indah berhasil menyumbang sejumlah kurang lebih 5 juta rupiah.

Dana sumbangan tersebut, selain didapat dari para guru dan orang tua murid SDN Puteraco Indah juga dari murid-murid yang selama 2 minggu, setiap hari sekolah, mereka mengisi kencleng sumbangan tersebut. Murid-murid menyisihkan dari uang jajan mereka.

Walaupun murid-murid di SD ini kebanyakan Anak Berkebutuhan Khusus, bukan berarti mereka tidak peka terhadap apa yang terjadi di sekitar mereka. Mudah-mudahan sumbangan yang mereka berikan, bisa membawa berkah bagi mereka, anak-anak berkebutuhan khusus.

Leave a comment »

KEGIATAN PAGI DI SDN INKLUSI

kegiatan pagi
Di SDN Inklusi, siswa ABK dan reguler berbaur. Mereka biasa bermain bersama. Buktinya pagi ini, sebelum bel berbunyi, sebagian dari murid sekolah ini asyik bermain sepakbola. Mereka siswa abk dan reguler.

Comments (1) »

Mengatasi Emosi Anak Autis

Anak saya termasuk abk, autis ringan. Dia sudah sekolah kelas 2 SD di SD Inklusi. Masalah akademik, alhamdulillah bisa mengikuti. Namun, yang jadi masalah sampai sekarang adalah emosinya. Saya masih bingung, harus bagaimana menerapi emosi anak saya ini. Lalu, saya mulai search di internet tentang gimana mengatasi emosi anak autis. Dan dari situs “Puterakembara.org”, saya mendapatkan trik mengenai hal ini. Di bawah ini adalah kutipan dari situs puterakembara tersebut :

1. Pada saat anak marah, jangan beri komentar apapun. Pasang tampang “adiguna sutowo” (he..he..), maksudnya = lempeng aja. Tidak menunjukkan emosi apapun. Kayak kalo lagi main poker, atau main kartu dan ga’ boleh ada yang tahu kita pegang kartu apapun gitu..

2. Bila mungkin, sediakan ruangan yang ‘aman’ bagi anak untuk melampiaskan amarahnya. Di sekolah, kami ada ruangan di sebelah dapur (originally = gudang) yang terang, tidak ada perabotan apapun selain kursi beanbag (kursi dari kulit yang isinya busa). Di rumah sih, saya ga’ punya ruangan khusus, tapi saya pakai ruang tidur anak saya aja.

3. Bila anak didiamkan sekitar 5-10 menit makin meraung-raung, memukuli kepala, atau malahan berusaha menyerang, biasanya kami arahkan untuk “pergi ke ruang tenang”. Kalau di textbook namanya ‘safe area’ atau ‘safe room’. Atau kalau di rumah, saya perintahkan anak saya begini “Ikhsan mau marah? Pergi ke kamar. Kalau sudah selesai marah, baru boleh keluar”.

4. Nha, marah-marah lah mereka disitu sendirian. Bener-bener sendirian dan ga’ ada bujukan / amarah / rayuan/ atau whatever lah. Pokoknya ga’ dapat kepuasan sama sekali.

5. Kalau sudah reda, baru kita datangi dan kami tanya “sudah marahnya? Ayo keluar”. Dan di luar ruangan baru kita tanya ‘ada apa’, ‘marah sama siapa’ dsb. Gaya kita bertanya benar-benar lemah lembut seolah “badai katrina” yang tadi itu tidak pernah terjadi. Susah sekali lho.soalnya kita ‘kan manusia biasa yang bisa anytime terbawa emosi…

Saya akan mencoba car di atas, mudah-mudahan berhasil.

Comments (3) »

SD Negeri Inklusi, SDN Puteraco Indah Bag. 2

Tidak terasa, anak saya sekarang sudah berada di kelas 2 SDN Puteraco Indah. Perkembangannya alhamdulillah bagus. Akademiknya juga alhamdulillah memuaskan.

Kepala Sekolah SDN Puteraco Indah yang lama yaitu Bapak Gunawan sekarang sudah pensiun. Dan sudah ada gantinya ibu kepala sekolah yang baru yaitu Ibu Eti Suzane. Semoga di bawah kepemimpinannya dapat meneruskan kemajuan SDN Puteraco Indah yang telah dirintis oleh Bapak Gunawan. Hal itu terutama demi bagusnya perkembangan anak anak berkebutuhan khusus yang kebanyakan tidak diterima  oleh SDN yang bukan inklusi.

Dan semoga pemerintah makin memperhatikan kebutuhan pendidikan dari anak-anak berkebutuhan khusus ini sehingga makin banyak SDN-SDN inklusi lainnnya seperti SDN Puteraco Indah ini. Dan semoga pemerintah juga memperhatikan perlunya guru-guru pendamping di SDN inklusi.

Comments (1) »

Qurban di SD Inklusi

Hari senin kemarin, tanggal 7 November 2011, para murid di SD Puteraco Indah menyaksikan penyembelihan hewan qurban yang diadakan di sekolah ini, termasuk para murid ABK di sekolah ini. Kegiatan ini bisa menjadi pembelajaran bagi anak-anak ABK khususnya tentang ibadah qurban ini. Mereka yang biasanya kelihatan seperti ‘tidak ngeh’ (cuek) dengan apa yang terjadi di sekitarnya, saat itu mereka terlihat antusias melihat sapi yang diikat lalu disembelih.

Leave a comment »

SD Negeri Inklusi, SD Puteraco Indah

Tahun ini, anak saya seharusnya masuk SD. Karena itu saya mulai mencari-cari informasi tentang sekolah yang bisa menerima anak ABK. Ada beberapa SD yang bisa menerima ABK, tapi sayang biayanya mahal sekali untuk ukuran saya. Bisa tapi seperti memaksakan diri. Lalu cari-cari di internet dan mendapatkan informasi dari situs PLB bahwa ada SDN inklusi yang kebetulan lokasinya dekat dengan rumah saya, namanya SDN Puteraco Indah.
Baca entri selengkapnya »

Comments (16) »

Mengembangkan Sensori Motor pada Anak Berkebutuhan Khusus

Pada anak berkebutuhan khusus seperti : learning disabilities, autism, PDD, ADD/ADHD, gangguan emosi, biasanya akan terlihat adanya gangguan fungsi motorik.

Baca entri selengkapnya »

Comments (1) »

Film tentang Disleksia bag 2

taare-zameen-par-2Pada malam Sabtu kemarin, ada film bagus di TPI. Film India yang berjudul “Taree Zameen Par”. Film ini mengisahkan tentang seorang anak disleksia.

Baca entri selengkapnya »

Comments (11) »

SEKOLAH INKLUSI DI BANDUNG

NAMA DAN ALAMAT SEKOLAH JUMLAH
SISWA
1 SDN Al Mabrur 10
Jl. Patrol V Kav. 2-4, Bale Endah
Kab. Bandung
Telp. (022) 5048746
2 SDN Sukamanah I 5
Jl. Sukamanah, Kec.Paseh, Majalaya
Kab. Bandung
3 SDN Sukamanah IV 5
Jl. Cipaku No. 94 Kab. Bandung
4 SD KORPRI II 5
Jl. Adipati Kertamanah No. 59
Kab. Bandung
5 SDN Bojongbubu 01 5
Kec. Salakan jeruk, kab. Bandung
6 SD Galih Pawarti 5
Jl. Kujang No. 24, kec. Baleendah
Kab. Bandung
7 SD Al Mabrur 5
Jl. Patrol V kav. 2-4 Baleendah
Kab. Bandung
8 SDN Tarumsari 5
Kec. Bjongsoang, kab. Bandung
9 SDN Rancaloa I 5
Jl. Cipamokolan 62 Rancasari, Bandung
10 SD Mutiara Bunda 10
Jl. Arcamanik Endah No. 3 Bandung
11 SD Hikmah teladan 5
Kec. Cimahi Selatan, Kota Cimahi
12 SDN Inpres Kaum 5
Kec. Cimahi tengah, Kota Cimahi

Comments (30) »

Film tentang Disleksia

Akhirnya ada film Indonesia yang peduli dengan anak-anak disleksia. Film “Ikhsan; Mama, I love You” adalah film yang menceritakan tentang hidup seorang anak penderita disleksia bernama Ikhsan.

Ikhsan, seorang anak yang suka melamun, bertualang, dan sering membolos. Ikhsan sudah tinggal di kelas 3 selama 2 tahun. Oleh teman-teman dan gurunya, Ikhsan adalah anak yang bodoh. Perilaku Ikhsan di rumah pun sering membuat orang tuanya kewalahan. Suatu hari, Ikhsan terlibat perkelahian, dan dikeluarkan dari sekolah.

Ayah Ikhsan pun menggunakan koneksinya untuk memasukkan Ikhsan ke sebuah sekolah berasrama di tengah semester. Sayangnya Ikhsan yang tidak mandiri dan sensitif malah tertekan di asrama yang menerapkan disiplin ketat. Ikhsan mengalami depresi, emosinya labil, dan dia pun menjadi pemarah.

Suatu hari, asrama tersebut kedatangan Harun, guru seni baru yang suka menari dan menyanyi. Kondisi Ikhsan pun mendapat perhatian dari Harun yang juga penderita disleksia. Harun membantu Ikhsan untuk memperlihatkan kemampuan tersembunyi dalam dirinya. Berhasilkah?

Para pemain film ini diantaranya : Wulan Guritno, Fachri “Si Entong” Muhammad, Ibnu Djamil, Rendi Bragi, Winnie Yanthi, Jesse Lantang, M Farouq, Dik Doank, dan David Saragih.

Kalau dilihat dari ceritanya. Film ini mirip sekali dengan film India “Taree Zameen Par”.

Leave a comment »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.