Disleksia

Disleksia (bahasa Inggris: dyslexia), secara sempit dipahami sebagai kesulitan membaca secara teknis. Dalam arti luas, disleksia artinya segala bentuk kesulitan yang berhubungan dengan kata-kata, seperti kesulitan membaca, mengeja, menulis, maupun memahami kata-kata.

Beberapa tanda/gejalanya pada anak usia dini adalah :

  • Speech delay (terlambat bicara)
  • Masalah Pronunciation (pelapalan/pengucapan atau dalam istilah terapi wicara adalah ekspresi)
  • Kesulitan dalam mengikuti pengucapan kata dengan benar (kadang hanya mengikuti sebagian atau akhirnya saja)
  • Motorik tangannya kurang halus / kaku. Sehingga kesulitan menulis, menggambar atau mewarnai karena dia mengalami kesulitan dalam memegang pensil yang benar.
  • Bingung membedakan huruf  “b” dan “d” atau ” atau suku kata yang dibentuknya “ba” dan “da”.
  • Kurang lebih 30 – 50 % dari disleksia juga menunjukan tanda/gejala Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).

Adapun gejala yang sering ditemui (umumnya) antara lain sulit mengeja, sulit membedakan huruf b dan d, kekurangan atau kelebihan huruf dalam menulis, sulit mengingat arah kiri dan kanan, sulit membedakan waktu (hari ini, kemarin, dan besok), sulit mengingat urutan, sulit mengikuti instruksi verbal, sulit berkonsentrasi, perhatiannya mudah teralih, sulit berkomunikasi karena bahasanya kaku dan tidak berurutan, seringkali mengalami kesulitan berhitung terutama bila disampaikan dalam bentuk cerita, tulisannya sulit dibaca, dan kurang percaya diri.

Menangani anak disleksia

Membaca

Menangani anak disleksia yang memiliki kesulitan membaca teknis (sering terbalik-balik –ibu menjadi ubi-, bingung dengan huruf yang bentuknya mirip, kehilangan jejak saat membaca), bisa diatasi dengan cara:

  1. Memulai dari hal yang sudah dikuasai anak. Misalnya mulai dari pengenalan huruf, suku kata, kata yang terdiri dari dua suku kata, dan seterusnya.
  2. Metode dikte. Guru atau orang tua mendiktekan kata atau kalimat, lalu anak menuliskannya. Hal ini juga bisa dilakukan terbalik yaitu anak yang mendiktekan kemudian ditulis oleh orang lain, lalu ia diminta membacakannya kembali.
  3. Membaca wacana dan menjawab pertanyaan tentang wacana tersebut. Sumbernya bisa berupa buku cerita bergambar, cerita tanpa gambar, atau membaca bersama dan perlahan-lahan anak dibiarkan mendominasi bacaan.
  4. Membedakan b dan d dengan bantuan ibu jari kiri dan kanan.
  5. Membuat huruf dengan lilin.
  6. Banyak diberikan latihan (aktivitas) yang melatih rangsang visualnya.

Anak disleksia juga dapat memiliki kesulitan memahami bacaan, biasanya karena ia mengalami gangguan berpikir konsep. Bisa juga ia kurang memahami kata demi kata dalam bacaan tersebut. Apa yang bisa dilakukan?

  1. Memberikan bantuan gambar pada saat menjelaskan sebuah konsep
  2. Pemetaan pikiran (mind mapping) agar anak bisa memperoleh gambaran umum tentang suatu konsep sebelum mulai belajar.
  3. Sebelum membaca sebuah cerita, dengan melihat judulnya biasakan anak untuk bertanya apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, bagaimana.
  4. Menjelaskan langsung. Bila anak mengalami suatu kejadian, misalnya berkelahi dengan teman, jelaskan secara langsung sebab akibatnya.

Menulis

Beberapa anak disleksi memiliki tulisan yang jelek karena kontrol motoriknya kurang baik. Strategi yang bisa dilakukan antara lain:

  1. Latihan menulis halus, berupa pola atAupun kalimat. Latihan bisa dilakukan sebagai hukuman atau saat anak sedang santai.
  2. Menghubungkan titik dengan titik untuk melatih kemampuan motorik halusnya.
  3. Menggunakan pencil grip
  4. Menggunakan pensil yang tebal (misalnya pensil 2B) pada anak yang tekanannya terlalu lemah dan pensil yang tipis (pensil H) pada anak yang tekanan pada kertasnya terlalu kuat.

Memahami urutan

Sebagian anak disleksia sulit mengingat urutan hari dalam satu minggu atau bulan dalam satu tahun. Mereka juga sulit mengingat deretan angka. Apa yang bisa dilakukan?

  1. Mintalah ia menceritakan kembali secara runtut sebuah cerita yang baru saja diterangkan padanya atau film pendek yang baru ditontonnya, atau kejadian yang baru dialaminya.
  2. Lakukan permainan yang melatih memampuannya mengurutkan, misalnya menyusun angka, kalimat, dan sebagainya.

Memahami orientasi

Anak disleksia juga sering kali ragu tentang orientasi ruang seperti kanan-kiri, depan-belakang, ataupun atas-bawah. Bahkan ada yang tidak mengerti waktu atau tempat di mana mereka berada. Bagaimana meningkatkan kemampuan orientasinya?

  1. Permainan baris berbaris
  2. Bila anak benar-benar bingung mana kanan dan kiri, berilah tanda seperti gelang pada salah satu tangannya.
  3. ngatkan ia setiap hari tentang tanggal ataupun hari saat ini.
  4. Lakukan permainan yang melatih kemampuan orientasinya, misalnya “Pegang telinga kiri dengan tangan kananmu!”

Memahami angka

Ada pula anak disleksia yang sulit memahami matematika, biasanya karena kurangnya kemampuan bahasa, mengurutkan, dan memahami simbol. Terkadang, mereka juga sulit menghitung mundur dan salah menempatkan angka. Gunakan kertas berpetak untuk melakukan penjumlahan atau pengurangan, dan permudah lambang-lambang yang sulit misalnya simbol < atau > dilambangkan seperti mulut buaya, katakan mulut buaya selalu menghadap ke angka yang lebih besar.

Sumber : anakku.net

9 Tanggapan so far »

  1. 1

    Hesti said,

    Hai,..mba
    kalo boleh tanya dimana di jakarta atau bekasi tempat / klinik atau apa sebutannya untuk periksa atau terapi anak yg dyslexa soalnya teman saya ngerasa anakknya dyslexia…sekarang anaknya naik kelas 2 dan dia baru mengamatinya 3 bulan ini..
    trima kasih banyak untuk informasinya

    • 2

      fatzah said,

      Wah, maaf kalau di jakarta atau bekasi saya tidak tahu. tapi yang jelas, teman mba saya sarankan bawa anaknya ke klinik tumbuh kembang. Sehingga dokter di sana bisa mengamati anaknya dan bisa memberitahukan apakah anaknya tersebut memang disleksia atau tidak. Bisa juga konsultasi ke sekolah khusus anak berkebutuhan khusus, karena di sana juga biasanya ada psikolognya juga. Semoga teman mba bisa segera bisa mengatasi masalah anaknya.
      Sebagai informasi tentang disleksia, teman mba bisa mengunjungi situs anakspesial.com, puterakembara.org, disleksia.wordpress.com.

  2. 3

    ismicitra said,

    mb Hesti, dari milis sebelah saya dapatkan:

    “terapi atau tes awal biasanya ada di lembaga di bawah universitas setempat yang memiliki fakultas psikologi. Bisa dicoba ke Unpad:
    Kampus Jatinangor, Bandung 40600 Telepon : (022) 779-4126 / 7794127 Faksimili : (022) 779-4126 / 7794127 Dekan : Prof. Dr. Juke Roosjati Siregar.
    Ada tes deteksi dini juga di SD Pantara, Jakarta”

    “Di Jakarta yang saya tahu ada 2 sekolah yang memfasilitasi belajar untuk anak disleksia : SD. Pantara di Jalan Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, SD Purba Adhika di Pondok Labu Jakarta Selatan.”

    semoga membantu

  3. 4

    anne said,

    Makasih banyak atas artikel, sangat bermanfaat🙂

  4. 5

    Rosana said,

    Salam kenal, Mba..
    Saya Rosana, mahasiswa fakultas psikologi UI yg saat ini sedang menyusun skripsi mengenai remaja disleksia usia 11-20 tahun..
    Skripsi saya mengenai emosi-emosi apa saja yangs ering remaja disleksiaalami dan bagaimana mereka mengendalikan emosinya, karena hal tsb berkaitan dgn proses adaptasi mereka.
    Terus terang, saya mengalami kesulitan untuk mencari partisipan yang sesuai dengan karakteristik diatas.
    Apakah Mba ada kenalan yang punya anak disleksia berusia remaja? Apakah kira2 mereka berkenan untuk menjadi partisipan dalam penelitian saya?
    Atas info dan perhatian Mba, saya ucapkan terima kasih.

    Salam,
    Rosana

    • 6

      fatzah said,

      Wah. Maaf. Saya tidak punya kenalan anak disleksia. Mungkin mba bisa mengunjungi milis puterakembara.

  5. 7

    Eka said,

    Untuk mengetahui anak kita disleksia harus periksa ke mana?
    Disleksia ada level2nya/tdk (ringan/sedang/berat)?
    Trims.

  6. 9

    mira said,

    Pusat Terapi dan Tumbuh Kembang Anak (PTTKA) Rumah Sahabat Yogyakarta melayani deteksi dini anak berkebutuhan khusus, terapi terpadu untuk Autism, ADD, ADHD, Down syndrom, Cerebral palsy, terlambat bicara dll dg terapi wicara, sensori integrasi, behavior terapi, Renang& musik untuk anak berkebutuhan khusus, home visit terapi & program pendampingan ke sekolah umum. informasi lebih lanjut hubungi 0274 8267882 atau buka web http://www.pttkarumahsahabat.com


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: