Mengajari Anak Membaca

Setelah anak saya bisa mengenal huruf, baik itu kapital atau kecil. Saya mulai mengajari anak saya belajar membaca. Saya belikan kartu untuk belajar membaca (ba bi bu be bo). Saat saya ajari di dengan kartu tersebut (metoda ba bi bu be bo), dia terlihat menolak. Dia tidak bisa menerima untuk langsung membaca ba bi bu be bo. Yang dia pahami saat itu, kartu yang saya tunjukan bertuliskan ‘b’ ,’a’, ‘b’, ‘i’, dst. Walaupun saya paksakan dia malah berontak dan tidak ingin meneruskan untuk belajar membacanya.

Lalu saya ajari dia dengan kartu-kartu per satu suku kata yang saya bikin sendiri, dan mengikuti kemauannya untuk mengajarinya dengan cara mengeja. Dia terlihat senang untuk belajar membaca dengan cara seperti itu. Namun kemajuannya mandeg.

Karena saya ingat dia suka nonton TV, maka saya berpikir mungkin dia tipe visual, sehingga saya membelikannya vcd belajar membaca ‘abacada’. Selain itu, saya juga membelikannya program komputer belajar membaca “Anak Cerdas ABaCaDa’. Di program ini, ada program belajar membaca kata yang dibelah menjadi per suku kata, ada belajar huruf, belajar menulis dan terakhir belajar kalimat. Namun dari yang saya perhatikan, hasil dari vcd ‘abacada’ terlihat lebih masuk daripada yang program “Anak Cerdas”. Namun sayang, VCDnya rusak karena sering dimainkan oleh adiknya. Dan untuk membeli lagi, susah, karena saya membeli vcd tersebut di sales yang berjualan di rumah sakit. Dan kalau ke rumah sakit tersebut lagi, tidak pernah melihat sales tersebut.

Kemudian saya mengajarinya sendiri, dengan menuliskannya di white board. Saya coba dulu dengan suku kata ‘a ba ca da sa ya ma’. Anak saya lancar belajar suku kata itu, kecuali dia sering tertukar ‘ba’ dengan ‘da’. Bahakan dia dengan mudah menggabungkan suku kata-suku kata tersebut. Dan juga alhamdulillah, kemudian kesulitan membedakan ‘ba’ dengan ‘da’ akhirnya bisa dia lewati. Masalah muncul lagi ketika dia harus mempelajari ‘bi ci di si yi mi’. Dia kesulitan untuk memahaminya kecuali ‘bi’.

Untuk mengatasinya, saya kemudian menggabungkannya dengan metoda ‘ba bi bu be bo’. Dan lumayan berhasil. Dia bisa melewati “ba bi bu be bo’ dengan mudah. Namun lagi-lagi mandeg. Setelah hapal ‘di’ dia melai kesulitan untuk menghapal suku kata yang lainnya kecuali yang didampingkan dengan ‘a’. Namun kemajuan membacanya terhitung ada kemajuan, walaupun ketika harus membaca yang ada suku kata yang didampingkan dengan selain ‘a’, dia harus berpikir dulu. Misalnya ‘fu ji’, dia pasti mengingat dulu ‘fa fi fu’ lalu dia bilang ‘fu’ dan lalu dia mengingat lagi ‘ja ji’ lalu dia bilang ji.

Akhirnya kemarin hari minggu, saya membeli buku belajar membaca metoda ‘a ba ca ga’.  Mudah-mudahan dengan metoda dari buku ini digabung dengan apa yang pernah dia hapal, kemajuan belajar membacanya bisa lebih cepat.

“Ya Alloh, tambahkan ilmu untuk anakku. Dan berilah pemahaman pada anakku”.

2 Tanggapan so far »

  1. 1

    Andeasta said,

    Salam kenal pak,…
    Maaf saya tadi juga baru membeli buku abacaga ini, gmn perkembangan membaca anak bapak setelah menggunakan alat bantu buku n metode ini? Ada kemajuan signifikan?
    Apakah sulit atau sangat mempermudah anak untuk mahir membaca?
    Terima kasih

    • 2

      fatzah said,

      Alhamdulillah bagus sekali. Dia sekarang sudah bisa membaca dengan baik. Buku ini emang mempermudah anak belajar membaca.


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: