Hati-Hati Penipuan lewat Telepon Berkedok “Salah Satu Keluarga Anda Terjatuh dan Dibawa ke RS”

Jumat kemarin (10 Februari 2012), keluargaku mengalami kejadian heboh. Siang hari sekitar jam 10.30 WIB, ketika aku sedang berbincang dengan rekan kerjaku,tiba-tiba aku mendapat telepon dari ibuku yang memberitahukan bahwa anakku yang kedua jatuh di sekolah kakaknya dan dibawa ke RS. Kaget, jelas. Siapa sih yang tidak shoc kalau dengar anaknya mengalami sesuatu apalagi sampai di bawa ke rs.

Tapi untungnya Alloh memberikan ketenangan padaku. Dalam benakku, muncul tanda tanya kenapa bukan aku yang ditelepon si pembawa berita, kenapa malah si pembawa berita itu menelepon ibuku. Kalau gurunya yang membawakan berita tersebut, pasti dia menelepon aku, karena biasanya kalau ada apa-apa pasti kontaknya ke aku. Dan juga dua minggu sebelumnya, pernah ada kejadian yang sama yang menimpa orangtua murid di sekolah anakku yang ternyata hanya penipuan. Dan dalam hatiku aku yakin bahwa berita yang sampai ke ibuku adalah penipuan. Itulah yang membuatku tenang dan tidak terlalu khawatir.

 Aku langsung memberitahu ibuku bahwa aku akan mengecek ke wali kelasnya anakku. Lalu aku menelepon wali kelas anakku dan dia mengatakan bahwa anakku sudah dijemput oleh ayah dan adiknya. Itu makin membuatku tenang. Untuk lebih yakin lagi, aku pergi ke sekolah anakku. Sesampainya di sekolah aku dikasih tahu wali kelasnya bahwa anakku sudah dijemput ayah dan adiknya. Aku pun memberitahu kakaku yang kebetulan ada bersama ibuku, bahwa berita yang sampai ke rumah adalah penipuan.

Lalu aku memberitahu wali kelas anakku itu tentang kejadian yang baru saja terjadi. Tujuannya supaya sekolah tahu hal itu dan memberitahukan orang tua murid yang lain sehingga mereka waspada dan tidak tertipu oleh penipuan berkedok seperti itu.

Dari sekolah, aku langsung kembali ke kantor. Ternyata, rekan kerjakuku juga ketika aku mengecek ke sekolah, dia juga mendapat telepon penipuan seperti itu. Untung di kantor banyak orang sehingga dia tidak tertipu. Ketika aku pulang ke rumah, aku mendapatkan berita tentang situasi yang terjadi ketika keluargaku yang di rumah menerima telepon penipuan tersebut.

Katanya yang meneleponnya itu banyakan, dioper-oper. Sepertinya, penipuan tersebut dilakukan oleh sekelompok orang, bukan sendirian. Karena ada yang berperan sebagai gurunya, dokternya, dan pegawai apotek tempat si korban penipuan  harus menebus peralatan medis yang katanya dibutuhkan seharga 7,5 juta rupiah. Dan si korban enar-benar dibuat panic sehingga kalau dia sendirian tidak akan bisa berpikir jernih dan akhirnya akan mengikuti si penelepon untuk mentransfer uangnya ke rekening si penelepon.

Untunglah waktu itu ada kakakku, sehingga yang menerima telepon adalah kakakku bukan ibuku. Kalau yang menerima telepon tersebut adalah ibuku dan saat itu dia sedang sendirian, entah apa yang terjadi terhadapnya, apalagi dia menderita sakit jantung. Ketika banyakan aja, semua yang ada di rumah apalagi ibuku panic, shok dan menangis sedih menerima kabar penipuan tersebut. Dan hampir saja tertipu jika si penelepon tidak membicarakan tentang transfer uang dan mendengar bahwa aku akan mengecek ke gurunya dulu.

Maka berhati-hatilah jika ada yang menelepon anda dan mengatakan bahwa anak anda yang sedang sekolah jatuh dan dibawa ke rumah sakit. Jika menerima kabar seperti itu, yang pertama adalah HARUS TENANG, sehingga bisa berpikir jernih. Cek ke guru / wali kelas / sekolah anak anda tersebut apakah berita itu benar atau tidak. Makanya anda harus punya no telepon guru, wali kelas, sekolah anak anda.

Waspadalah………Waspadalah……….!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: